Skip to content

Mbokdhe Katiyem

September 18, 2009

rel kereta

Lorong sempit di sudut stasiun Gubeng Surabaya
Dia sibuk menata barang di bakul reyotnya

Mbokdhe Katiyem

Pedagang nasi pecel sederhana,
Manusia urban kota pahlawan sebatang kara
Sudah bertekad untuk sekedar tak menjadi sampah kota

Mbokdhe Katiyem

Tangannya sibuk menghitung lembar ribuan kucel
Coba atur nafas seiring dengan mesranya senja

Mbokdhe Katiyem

Bersandar di pagar stasiun,selonjorkan kaki selagi bisa
Sibuk mengipasi badan dengan kardus bekasnya

Mbokdhe Katiyem

Manusia pinggiran kota yang tak pernah mimpi berkumpul sanak saudara

photo by: old.tzuchi.or.id

33 Comments leave one →
  1. September 18, 2009 11:04

    Ohh Mbokdhe Katiyem semoga tercapi semua mimpimu
    bukan hanya jadi sampah kota yang makin menjamur

  2. September 18, 2009 11:16

    ga isa ngebayangin hidup sebatang kara..😦
    semoga mbokdhe diberi kekuatan selalu

  3. September 18, 2009 12:13

    justru orang seperti dia lebih kuat dan hebat dibanding yang pura-pura kaya tapi dari hutang, apalagi menipu …😀

  4. September 18, 2009 13:11

    mbok dhe , semoga laris manis daganganmu.

  5. September 18, 2009 14:44

    Orang-orang miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh “negara”.😀

  6. September 18, 2009 15:44

    seandainya aku tahu dia pasti aku beli pecelnya pasti enak karena dibuat dengan harapan mbok yem saya mengucapkan:
    Bulan Ramadhan telah berlalu
    Dan hari Kemenangan telah datang
    Untuk itu mari kita bersihkan hati dan jiwa kita
    Dari gelimang dosa
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin

  7. September 18, 2009 16:15

    mbrebes lohku mili nang pipi

  8. September 18, 2009 21:56

    hiks….hiks….

  9. September 19, 2009 01:07

    salah satu potret wajah bangsa…

  10. September 19, 2009 07:39

    Mbok dhe,mugo opo sing tok karepke iso kaleksanan

  11. kurnianza permalink
    September 19, 2009 09:33

    huuu..huuhhu.

    http://kurnianza.wordpress.com

  12. September 19, 2009 10:45

    hidup kita terlalu mudah, kadang lupa bessyukur. padahal ada yang lebih parah hisupnya

  13. September 19, 2009 12:01

    Semoga mbokdhe diberi kekuatan

    Sekalian pada hari nan fitri ini, dari lubuk hati yang terdalam saya juga mohon maaf lahir dan batin entah disengaja ataupun tidak disengaja..

    Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1430 H.. Mohon Maaf Lahir dan Batin..🙂

  14. September 19, 2009 13:42

    mbokde katiyem met lebaran
    juga buat mas galuh
    maafkan kesalahan temanmu ini di hari nan fitrah..
    met idul fitri 1430 H

  15. September 19, 2009 16:49

    Andaikan…

  16. September 19, 2009 18:04

    ya sudah biarlah mbokde katiyem kipas2,
    lapangkan dada terimalah sebuah ucapan maaf dari sya,
    selamat idul fitri
    mohon maaf lahir batin.

  17. September 19, 2009 21:28

    Katiyem binti Prasojo, tahun ini merayakan pesta lebaran dengan keluarganya. Bahagia.🙂

  18. September 19, 2009 22:29

    Kasihan tuh si mbokde Caaty Em, harus sebatang kara
    alhamdulillah saya masih diberi keluarga

    minal ‘aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir & batin
    Maafkanlah segala kesalahan yang telah saya perbuat sebagai manusia biasa yang tidak luput dari segala kesalahan, baik secara lisan, ketika menulis posting, berkomentar, membalas komentar, chatting, update status facebook, tulis wall sana sini, buat thread plurk, menanggapi thread, dan lain- lain

  19. September 22, 2009 21:20

    Semoga….. diberi kesempatan mengecap kebahagiaan orang2 macam mbokde Katiyem….

  20. September 23, 2009 18:00

    le .. aku durung cument bak ene .

    sugeng riyadin mas yaaa … minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin🙂

  21. September 28, 2009 23:17

    hidup ini adalah perjuangan😉

  22. September 29, 2009 00:50

    awas mbok dhe nak ketabrak sepurrr…
    minggir minggiiiiiirrrrrrrrrrrrrrr😀

  23. September 29, 2009 19:44

    orang seperti beliau, memang tak akan menghiasi ruang-ruang utama media massa
    walau jelas ada, sangat ada …

  24. September 29, 2009 22:07

    wah..perjuangan panjang tu….semangat mbok dhe….

  25. September 30, 2009 21:17

    Habis beli pecelnya ya Mas…sampai terkesan begitu. Sing sabar ya Mbok…….semoga laris, meski sekedar menyambung hidup. (Hmm…..pecel adalah makanan kesukaanku)

  26. September 30, 2009 23:29

    wah, menurutku, mbokdhe katiyem, meski ndak pernah dapat sosialisasi ttg gender, dia benar2 mempraktikkannya secara langsung dalam kehidupan, dia potret perempuan perkasa yang tak pernah mau menyerah pada nasib yang menelikungnya.

  27. October 1, 2009 11:19

    mbokde…. ! mbokde Katiyem…!!
    iki lho bapakke Galuh rung apdet postingane…!!
    piye jal…?? hihihi …. tak laporke mbok Katiyem kee……

  28. October 5, 2009 15:03

    semoga dagangannya laris manis ya mbokde. terus sing duwe omah nang endi iki, kok yooooo ra update *nyureng*

  29. October 6, 2009 15:55

    owalah mbok dhe…

  30. October 10, 2009 03:38

    jadi kangen kang karo kanpungku, slm matabku

  31. October 10, 2009 21:18

    aku kok wes komen to trnyata,hahahah…..

  32. October 17, 2009 00:12

    numpang lewat……..
    link blogku kok belum dipasang mas.

  33. May 31, 2011 23:27

    Great post!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: