Skip to content

Sukarti Binti Kadenun

September 16, 2009
tags:

Suatu senja di Terminal Seloaji Ponorogo

Wajah coklatnya penuh buliran-buliran  keringat. Hidung yang pesek sangat kontras sekali dengan rambut merah keritingnya. Tangan kirinya menenteng tas yang cukup besar berisi entah apa serta tangan kananya sibuk mengutak-atik keypad Blackberry Bold warna ungunya.
Tak jauh dari tempat dia berdiri lelaki paruh baya di temani seorang bocah dekil tergopoh-gopoh mendekati tempat bis berhenti. Dialah Pak Kadenun pria tua yang sehari-hari macul disawah yang bukan miliknya serta Pardi anak ragilnya.

“Ayo cepetan tho,Di! mesakne mbakyumu yen ngenteni suwe-suwe” begitu ucap Pak Kadenun sambil menggandeng tangan Pardi. Mata Pak Kadenun menolah-noleh namun yang dicari tak di temukannya,hingga tepukan tangan di pundak lelaki ini membuat dia terperanjat hampir jatuh.

“Pak,kok noleh-noleh lha wong aku di sini kok” begitu ucap Sukarti sambil menepuk pundak bapaknya
“Lha,kowe sopo nduk?” balas Pak Kadenun sambil melihat putri yang tak dikenalinya dari bawah sampai ke atas.
“aku ini Sukarti,pak!Sukarti..anak bapak!” sambil tersenyum dia mencoba meyakinkan bapaknya
“Lha…kowe Sukarti tho?duh…nduk,piye bapak kenal kowe?lha saiki kowe koyo ngene!bapak pangling nduk….” Pak Kadenun masih keheranan dengan tampilan anaknya.

Ketinganya lalu bergegas meninggalkan tempat tersebut menuju parkiran dimana kang darsono sudah menunggu diatas mobil pickup terbuka yang sehari-hari dipakainya untuk mengangkut sayur-mayur. Sukarti adalah anak ke dua dari Pak Kadenun. Himpitan ekonomi serta keinginan untuk bisa hidup seperti teman-temannya membuat dia memutuskan untuk merantau jauh ke negeri ginseng Korea.

“Dar…Dar…..halah di kongkon ngenteni sedeluk ae kok yo wes turu” oceh Pak Kadenun sambil mengoyak pundak Darsono .
Darsono pun terkaget dan terbangun namun dia terkaget kembali ketika telah berdiri di depannya seorang gadis berkulit coklat berambut merah keriting.
“Jangan lihatin seperti itu tho,Dar!ini aku Sukarti..” celetuk Sukarti yang risih dengan tatapan Darsono.

Mereka pun bergegas meninggalkan terminal menuju rumah yang jauh dari keramaian kota. Jauh dari kebisingan serta yang ada cuma kedamaian dan persaudaraan. Suara jangkrik di malam hari semakin menambah pesona desa yang terletak 4km sebelum Telaga Ngebel itu.
Di tengah perjalanan Pak Kadenun terlibat obrolan dengan Sukarti

“Oalah pak..pak!mbokyah kalau jemput itu cari mobil sewaan yang agak bagus”
“moso..,aku ini baru pulang dari Korea kok di jemput nggawe mobil seperti ini!opo ndak ada laine” ucap Sukarti dengan ketus yang dari tadi seakan tidak nyaman  di dalam mobil Darsono yang bau, pengap, panas dan tak ber-AC.
“Kowe kie piye tho Ti..yen bapak nduwe duwek yo kepingin njemput kowe nganggo montor sing apik,lah bapak ra duwe duwek!”
“Iki wae Darsono ora gelem di upahi mergane mesakne bapak” begitu sahut Pak Kadenun sambil berusaha meyakinkan kondisi ekonominya

Satu jam perjalanan mereka telah tiba di rumah sederhana
di rumah itu telah ramai saudara-saudara pak kadenun serta para tetangga dekat yang ingin menyambut Sukarti yang telah 3 tahun bekerja di Korea.
Tak jauh beda dengan Pak Kadenun dan Darsono,semua orang di situ hampir tak mengenali Sukarti dengan tampilan barunya.
Lama bekerja di negeri orang mebuat Sukarti berubah 180 derajat di banding 3 tahun yang lalu.

Sukarti kini berubah menjadi gadis yang sombong dan tak tahu tata krama
Dia sudah menjadi anak yang durhaka, gajinya selama kerja di Korea habis buat belanja dan menghidupi lelaki pujaanya disana.
Bahkan esoknya,teman-temannya sudah tak kembali kesana setelah melihat Sukarti sangat jauh beda dengan Sukarti yang mereka kenal dulu.

Sukarti pun kesepian hingga suatu sore dia melamun di pelataran depan rumah dan Pak Kadenun pun mendekatinya
“Owalah nduk…nduk,kowe kie mbokyah niru si Prapti anake Pak Parjo kui”
“Kerjo 3 tahun nang Hongkong,muleh-muleh isok tuku sawah trus mbangun omahe”
“Lah kowe kerjo 3 tahun kok ora oleh opo-opo! ngertio ngunuh ra usah adoh-adoh nang Korea”
“Mending ngewangi bapak macul nang sawahe Pak Dolah”  oceh Pak Kadenun sambil mrengut menghisap tembakau lintingannya.

cerita ini adalah kisah nyata yang sengaja disamarkan nama para pelakunya
mohon maaf jika ada kesamaan nama,alur cerita dan tempat kejadian

15 Comments leave one →
  1. September 16, 2009 16:23

    pertamax sik …

  2. September 16, 2009 16:34

    wuakakakakaaa … dasar sukarti nakal kui :))

    peh duwite akeh ae sombong … :))

  3. September 16, 2009 16:47

    wes kurukan duwet po ya

  4. September 16, 2009 16:48

    lha kok nyimut sing dadi lanangane neng kono? dipakani nganggo duite sukarti byuh byuh byuh jan ora ndlomok tenan! trus imbalane opo lho kui kang? opo dipuasne secara seksuil? wkwkwk..

  5. September 16, 2009 16:51

    Oalah Tiii… Karti… ndang minggat maneh kono..!! hahahaha……

  6. September 16, 2009 17:04

    mesakne poooll sukarti kuwi…

  7. September 16, 2009 17:47

    Untung isih eling omah

  8. September 16, 2009 18:03

    woah lanang pancen larang regane😀

  9. September 16, 2009 18:17

    hoooa….lah, karti…..karti…!
    ngendat wae nek wet krokot…!

  10. September 16, 2009 20:45

    inikah salah satu keburukan cintah
    cinta telah membutakan mata dia. meninggalkan kewajiban sebagai anggota keluarga demi seorang yang ia cintai. lantas apa yang bisa di banggakan dengan gadis seperti ini?

  11. September 17, 2009 10:12

    hemm,..kasian keluarga sukarti,..

    jadi khawatir bapakq besok mengenali diriku gak ya waktu jemput di seloaji,.
    hahahahaha,..

  12. September 17, 2009 11:03

    lek aku dadi sukarti, aku yo ora ngganceng ngewangi macul nang sawsah,wedok kok dikon macul? terminal seloaji memang penuh cerita http://njowotenan.blogspot.com/2009/09/ora-ditarik-lho.html

  13. September 18, 2009 11:09

    kasihan bapak’nya…😦
    udah senang² anaknya bisa kerja diluar negeri biar bsa memperbaiki ekonomi kluarga..eh yg ada…

  14. September 18, 2009 13:20

    sayang ya …….lebaran di kampung sukarti nggak bawa duit. kasihan pak kadenun.

  15. September 21, 2009 18:33

    sukarti iku koyo kacang lali karo kulit e. Sakjane nang korea kono kerjo opo tho, koq iso duwe ingon-ingonan cah lanang😕 ojo2 iku cah lanang di di gado karo sukarti ?!?
    *di gado=di angon parohan.🙄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: