Skip to content

Bibit Bebet Bobot

August 8, 2009

Bibit bebet  bobot adalah tiga kata sederhana yang menjadi parameter orang jawa dalam memilih calon menantu baik laki-laki atau perempuan.
Falsafah ini sebetulnya timbul akan kekawatiran para orang tua(khususnya jawa) dalam perkawinan anaknya kelak.

Bibit artinya orang tua ingin memastikan bahwasanya menantunya adalah dari keluarga baik-baik,bukan anak seorang penjahat atau bahkan anak seorang koruptor. Dalam artian bibit disini lebih menekankan anak siapa calon menantunya.

Bebet berarti kesiapan atau kondisi ekonomi calon menantu, yang berarti bahwasanya sang orang tua tidak ingin anaknya mengalami kesulitan akan materi
dalam membina kelangsungan pernikahannya. Alhasil bebet di titik beratkan pada sisi materi dalam konsepsi tersebut.

Bobot adalah kualitas individu dari sang calon menantu.yang bisa diartikan seberapa sukses calon menantu dalam menjalani kehidupan dan sejauh mana sang menanntu mau belajar dan seberapa terpelajar.

Konsep sederhana tersebut kini telah menjadi patokan dan tolak ukur bagi para orang tua untuk memlih calon menantu serta tidak hanya berlaku di jawa saja.
Ada cenderung pemahaman yang kebablasan dalam menerapkan konsep ini.

Dimana bibit dipandang semata-mata hanya anak siapakah dia apakah pejabat, menteri atau orang penting. Seakan tak ada tempat dalam kontek ini untuk anak dari pengayuh becak misalnya. Padahal kalau mau mengkaji lebih dalam,anak seorang pejabat pun belum pasti mendapat didikan yang baik dan anak pengayuh becak pun juga belum tentu dididik buruk oleh orang tuanya.

Dalam bebet pun kini hanya dipandang sempit,seberapa kaya kah calon menantu dan tidak pernah memandang darimanakah kekayaan itu didapat, seakan tidak ada tempat buat orang yang pas-pas an dan sederhana.

Bobot pun tak kalah ironis.
Dalam bobot kini hanya memandang gelar atau jabatan sang calon menantu.
Padahal tingginya gelar belum tentu tinggi juga akhlak serta kepribadiannya.

DSCN5476

Tak heran kalau pada dewasa ini para orang tua sudah terkungkung dalam rangkaian 3 kata diatas. Maka budaya siti nurbaya kini banyak mewabah di kalangan masyarakat untuk menentukan pasangan anaknya.

Pantaskah jika bibit,bebet dan bobot diganti dengan

anak siapa, seberapa kaya, dan bergelar apa?

29 Comments leave one →
  1. August 8, 2009 15:44

    pertamax habisssss🙂

  2. August 8, 2009 15:46

    hehe iya ya mas, ya wes di ganti gtu ae… toh artinya ga jauh beza…

  3. August 8, 2009 15:51

    ngunu yo oleh…!
    tapi fenomena itu akan kalah dengan wes telat telong wulan.

  4. August 8, 2009 15:58

    Boleh jadi mas harya, jangankan cari mantu, cari teman aja, kadang2 memakai parameter anak siapa, seberapa kaya, dan bergelar apa?……

  5. tie2n permalink
    August 8, 2009 17:01

    huahua…apa ya gitu ya??😀
    yah..kalo emang udah jodohnya..mau itu anak pegawai,anak tukang becak dll.nya..mesti diterima.

  6. August 8, 2009 17:02

    sing penting kan saling cinta tooh

  7. August 8, 2009 22:10

    @olip; cinta saja tak cukup mbak, sampean po mau nikah sama anak (maaf) pelacur????

    Sebagai orang jawa yang paham dengan ke-jawa-annya kita masih harus mempertimbangkan Bibit Bebet Bobot ; terlepas istilah itu mau diganti opo monggo, tapi intinya nikah bukan hanya cinta yang jadi dasar. ok.

  8. August 9, 2009 00:22

    aku kadang bingung juga, karena pada akhirnya akan mengkotak2an calon pasangan berdasarkan strata ekonomi sosial to kalau diterapkan hal itu. yang lebih penting kalo sedang pdkt ndak usah jaim, apa adanya aja, tinggal masing2 bisa ato tidak menerima kelebihan maupun kekurangan pasangannya. gitu kali yaaaa

  9. KangBoed permalink
    August 9, 2009 01:24

    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG

    I LOVE YOU PHUUUUUUUUUUULLLLLLLLLLLLLLL

  10. KangBoed permalink
    August 9, 2009 01:25

    Hahaha.. sekarang dah cukup banyak melihatnya hanya materi saja yaaaaaaaa

  11. August 9, 2009 07:29

    berarti kita harus bisa menaklukan hati camer sebelum menaklukan hati anaknya…
    hehehe

  12. August 9, 2009 23:02

    bagi diriku tetap harus mempertimbangakn bibit bobot dan bebet

  13. August 10, 2009 09:00

    sopo kui kang sing rabi?

  14. August 10, 2009 11:33

    untuk orang jawa ketiga hal itu masih jadi pertimbangan…. kita harus pandai pandai mengambil hati calon mertua dan juga orang kita…..bahwa itu pilihan kita yang terbaik menurut kita

  15. August 10, 2009 14:19

    Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu mengkhabarkan dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda :

    “Wanita itu dinikahi karena 4 perkara. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, engkau akan bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  16. August 11, 2009 01:04

    kalo bibit bebet bobot dah dapet tinggal babat aja brow…

  17. August 11, 2009 13:42

    betul tuh lihat dan perhatikan bibit, bobot, dan bebetnya, truz dibabat kaya katanya cah ndueso, sing penting jangan dibabit he he he

  18. August 11, 2009 14:31

    selamat ya bos jadi nikah

  19. August 11, 2009 21:14

    kembali kan ke islam kalo maslah kayak gini,,,,

    insya allah ga salah pilih…

  20. August 12, 2009 16:43

    intinya… jodoh itu sudah di atur dari sananya mas..!
    apapun dan bagaimanapun dapatnya jodoh harus kita terima denghan lapang dada
    setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan

  21. September 5, 2009 12:22

    kelihatanya , kalao jodoh yang namanya bebet bobot bibit jadi nomor dua .tapi yang namanya orang tua pasti mikir soal tiga alasan tersebut . mengapa ? karenamerekapasti sayang dengan anak dan dan semuga anaknya bisa hidup bahagia

  22. September 9, 2009 23:14

    Jadi keingat sama sponsornya honda.

  23. slamet riyadi permalink
    February 8, 2011 10:18

    Makanya para calon mantu mempersiapkan diri : berbobot, berbibit dan berbebet, terus berakhlaq

  24. indra Mulyono permalink
    June 14, 2011 18:38

    memanusiakan manusia, jika dilihat dari itu semua jika bibi dipermasalahkan mana ada anak mau lahir dari keluarga yg tidak baik..sedangkan ia lahir dimana semua ditentukan oleh Tuhan

    klo bebet dipermasalahkan, setiap orang memiliki kesempatn yg berbeda2, bahkan meski dengan usaha yang sama besar masih banyak faktor yg mempengaruhi jika untuk urusan finansial..lalu dengan estimasi menikah di usia antara 20an apakah iya bisa kesuksesan finansial diukur di usia saat itu sedangkan itu adalah usia dimana seseorang bru matang stengah. berarti kesiapan materi ortu yg dihitung (terutama jika calonnya wanita yg biasanya memiliki masa usia nikah antara 20 sampai 25), uang ortu wah nga jaminan coy

    klo bobot dilihat dari segi gelar atau jabatan haduh2 kok naif banged, idem sama pembahasan diatas

    pertanyaannya ? dimana arti ketulusan, materialistis apakah dibenarkan dlm membina hubungan, kedepan apabila semua itu hilang dan jatuh dalam keterpurukan apakah kalian yg mengincar itu semua masih bisa bertahan dengan pasangan kalian…?

    yg perlu diingat : Tuhan itu maha adil dia tidak melihat cover tapi isi, ia menciptakan kita manusia dengan akal dan fikiran sehingga kita bisa merubah kondisi kita…jadi baik itu anak wts, anak pengemis, anak pemulung….selama ia memiliki ketulusan, memiliki niat, memiliki semangat untuk merubah kehidupannya ia jauh lebih baik dari mereka yg menerima hidup nyaman dengan derajat yg tinggi dan harta melimpah…..lalu apakah kita harus memandang itu bibit bebet dan bobot, tanya pada diri kalian jika pasangan kalian hanya tulus mencintai harta, tulus mencintai kedudukan, tulus menunggu warisan.

    buat ircham….iya q bersedia menikahi anak pelacur tanpa ayah selama ia tulus, dan ada kecocokan antara kami, note ; apakah semua anak lacur pasti jadi lacur.

    jika Tuhan maha adil, berani benar kita menjustifikasi seseorang tanpa tau isi dan latar belakangnya maaf bro kalian bukan Tuhan jgn sok mjd Tuhan

  25. June 20, 2011 22:13

    kalo saya mah pengan nanya ,,,
    perihal tentang masalh bibit..
    sya menjalin suatu hub’an dgn pacar sya yang hampir ingin menuju k jenjang yang lbih serius,,
    akan tetapi kedua orang tua saya tidak menyetujuinya dikarenakan keadaan pacar saya yang dlunya ada krna ibunya hamil di luar nikah dan si bapa pacar sya itu tidak jg menikahinya (g tw knp karna apa) … ??????
    dan akte kelahirannya jg itu di ambil atas nama kakenya bukan atas nama bapanya,,,

    yang saya t’yakan ..
    apakah dengan keadaan pacar saya yang seperti itu menjadi mslah jika saya dan dy menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius ????????????

  26. September 26, 2011 14:02

    Bibit, Bebet, dan Bobot adalah usaha/ikhtiar untuk mendapatkan pasangan dan keturunan yang baik sehingga nantinya dapat berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

    Hal ini juga tidak bertentangan dengan hadist nabi yang disampaikan ajengkol di atas :

    Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu mengkhabarkan dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda :

    “Wanita itu dinikahi karena 4 perkara. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, engkau akan bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    harta terkandung dalam bebet,
    keturunan terkandung dalam bibit,
    kecantikan terkandung dalam bobot,
    agama juga terkandung dalam bobot.

    Syarat2 syahnya pernikahan juga sudah jelas diterangkan dalam agama:
    – Ada calon mempelai pengantin pria dan wanita
    – Ada wali pengantin perempuan
    – Ada dua orang saksi pria dewasa
    – Ada ijab (penyerahan wali pengantin wanita) dan ada qabul (penerimaan dari pengantin pria)
    (sumber: http://organisasi.org/rukun-larangan-syarat-perkawinan-pernikahan-menikah-kawin-agama-islam)

    Jadi semua tidak perlu diperdebatkan, yang perlu adalah bagaimana kita mengkaji pemahaman agama kita. so.. keep smile and peace.

  27. orang udik permalink
    September 2, 2012 22:45

    yang keliru bukan istilah bibit, bebet, bobot nya tapi orang yg menafsirkan ketiga istilah tersebut, termasuk anda sbg penulis artikel tsb, sbb diawal tulisan anda menafsirkan istilah tsb dg makna positif, namun diakhir tulisan anda malah antiklimaks dg membuat pernyataan yg menggiring opini pembaca utk menyalahkan istilah tsb. mohon maaf jika ada yg tersinggung, saya cuma orang udik.

  28. Septri Pak Tua permalink
    May 10, 2013 09:45

    Mau sdkt ralat: sy pernah baca bhw bebet itu artinya teman2nya/ lingkungan pergaulannya, bukan kekayaannya. Sedangkan bobot adalah org itu sendiri,termasuk kekayaannya. Jadi Bibit: Keturunannya, Bebet: Teman2/ lingkungan pergaulannya, Bobot: orang itu sendiri (akhlaknya, titelnya, kekayaannya, dsb).

  29. Septri Pak Tua permalink
    May 10, 2013 09:49

    Sila dirujuk ke alamat ini: http://serbajawa.wordpress.com/2011/08/26/bibit-bobot-bebet/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: