Skip to content

Aan yang malang

May 28, 2009

15 tahun yang lalu
siang di salah satu perempatan lampu merah di bilangan kota pahlawan

Photobucket

“Koran….koran,koran”!!
Suaranya menggelegar laksana petir disiang hari.
Tubuh yang dekil dibalut kaos sponsor dari produk cat ternama,serta kaki hitam beralaskan aspal berjalan diantara deru suara mesin yang sama persis dengan suara cacing dalam perutnya yang meronta-ronta.
Wajahnya pucat penuh harap, berharap setumpuk koran itu bisa laku terjual habis.
Namun dibalik pucat wajahnya masih tersimpul sebuah senyum layaknya para penjaga toko busana ternama di kota itu.

Sebut saja namanya Aan
Bocah ingusan yang berusia 11 tahun serta duduk dibangku SD ini harus berjuang atau bahkan kehilangan masa-masa kecilnya.
Yahh, masa yang dimana seharusnya bisa bersenda gurau sambil menikmati sepotong roti didepan televisi, serta masa yang seharusnya dipakai untuk menelaah pelajaran yang kemaren diberikan oleh sang guru.

Namun apa daya kondisi ekonomi serta tuntutan kemandirian mengharuskan dia untuk berpeluh keringat.
Menjajakan harian ternama serta terbelenggu akan kondisi yang membuatnya mungkin lupa bahwa dia berhak akan masa kecilnya.

6 jam yang lalu disaat masih banyak sesosok tubuh berbalut selimut .
Tubuh yang  masih gontai beranjak dari kasur kumal tak ber sprei.
Dibasuhnya muka culun itu dan segera bergegas menjejakkan kaki seiring dengan suara ayam bersahut-sahutan serta singsingan sang fajar menuju tempat pengepul harian ternama di kota itu.

Tubuh nya yang dekil berbalut kaos lusuh semakin menunjukkan bahwa bocah itu jauh dari kata mapan.
Kondisi ekonomi keluarga yang tak begitu bagus membuat dia harus berjuang demi secuil rejeki yang mungkin akan bisa ditukar dengan beberapa buah buku serta pensil murahan.

Tak ada sepotong roti atau segelas susu yang bisa dijadikanya tambahan energi pada pagi itu,yang ada cuma segelas air putih dituang dari teko plastik produk lokal yang telah pudar warnanya sekedar untuk membasahi kerongkongan yang kering persis seperti kondisi ekonomi keluarganya

Sang ibu yang selalu memberi dia kasih sayang  pagi itu juga bergegas ke pasar membeli beberapa sisir pisang yang akan diolah dan dijual lagi, sebagai penopang 4 insan manusia yang mungkin dalam masa percobaan-NYA.
Tinggal sang adik yang berusia 9 tahun menjaga bayi mungil usia 2 bulan yang nota bene adalah adik bungsunya.

“Koran..!!!!”begitu suara seseorang dibalik sebuah sedan mewah memanggilnya
“Mau koran apa pak?”jawabnya dengan wajah sumringah
“Jawa Pos dik!,berapa?”sambil memberikan selembar uang seribu rupiah
“Enam ratus pak”celoteh si Aan
“Ya sudah! kembaliannya buat kamu saja” sambil segera menutup kaca mobil sedan mewah warna hitam pekat itu

Sungguh perasaanya ketika itu bahagia bak laksana pahlawan yang menang dari medan pertempuran.
Empat ratus rupiah sungguh bukan suatu yang berarti bagi sang empunya sedan mewah tadi, namun bagi Aan empat ratus rupiah bisa di kasih ke sang ibu untuk menebus sepotong tempe dan 2 potong tahu sebagai teman sepiring nasinya nanti.

Sang ayah yang seharusnya menjadi penopang keluarga entah dimana rimbanya
Tak ada sepucuk surat atau lembaran uang yang datang darinya
Hilang begitu saja bak ditelan bumi meninggalkan 4 sosok manusia yang harusnya menjadi tanggung jawabnya
Sungguh dalam hati Aan kecil tak akan pernah berpikir sedikitpun untuk memaaafkan ayahnya.Sosok yang semestinya menjadi panutan, namun malah pergi meninggalkan kesengsaraan.

Kasihan si bungsu
Kelak jika dia besar mungkin tak akan pernah tau bagaimana wajah seorang lelaki yang kini menelantarkannya

25 Comments leave one →
  1. May 28, 2009 23:49

    maksudddd looooooooooooooooooooooohh ….

  2. May 28, 2009 23:56

    hemm … aku tau … nieeeee xixiixix

  3. May 29, 2009 00:09

    yang penting semangat dan jangan pernah menyerah akan kerasnya kehidupan ini

  4. May 29, 2009 00:14

    yaa… yaaa… yaaaa….

    jangan pernah menyalahkan siapapun atas apa yang sudah terjadi…

    yakinlah bahwa Dia tak pernah membebani umatNya lebih dari yang mampu dipikul oleh umatNya…

    yakinlah…

  5. May 29, 2009 00:15

    apakah ini kisah msa kcilmu mas?? hehehe bcnda.. 😉

  6. May 29, 2009 00:56

    jadi ingat tulisan gajah pesing: roda kehidupan (tears)

  7. May 29, 2009 01:17

    semangat membara akan membawanya ke kebahagiaan!

  8. mazblend permalink
    May 29, 2009 01:39

    ga iso komentar mas….

  9. May 29, 2009 01:56

    semoga dia besuk nggak mengikuti jejak bapaknya…

  10. masnoer® permalink
    May 29, 2009 01:59

    hidup yang penuh dengan pengorbanan dan tak lupa dari semangat

  11. May 29, 2009 05:19

    wah..mesake banget..

  12. May 29, 2009 13:27

    Semangat dan tetap berikhtiar Insya Allah selalu ada jalan terbaik

  13. May 29, 2009 18:00

    mudah²an kelak dia menjadi orang yang bertanggung jawab tidk seperti ayahnya

  14. May 29, 2009 22:10

    Hidup bagai balerina….

  15. May 29, 2009 22:10

    perjuangan untuk hidup …

  16. May 29, 2009 22:19

    apapun pembelajarannya akan menjadi nikmat yang tiada tara jika ikhlas sebagai senjata utamanya

  17. May 29, 2009 23:00

    Allah maha tahu yg terbaik buat umatnya.Kita tidak tahu ada skenario apa dibalik ujiannya itu..
    Tetep semangat dan ikhlas menjalani hidup..

  18. May 29, 2009 23:10

    asemik iku komengku malah nggo id ne suryaden typo combo wakakakakakakkaakakakak

  19. bolosompil permalink
    May 29, 2009 23:29

    jangan pernah menyerah akan nasib kita…..kita harus sabar dan pantang meyerah untuk mengubah nasib kita…….jalini aja kehidupan dengan sabar dan tawakal

  20. May 30, 2009 00:50

    kita seharusnya bisa bersyukur dengan keadaan kita yang lebih baik dari aan.

  21. May 30, 2009 02:43

    semangatnya aan seperti itu wajib kita tiru, bekerja tanpa kenal lelah, bekerja dengan sepenuh hati😉

  22. May 31, 2009 01:15

    Itulah kehidupan..mas..
    Tapi ayahnya siapa to..???
    *aku kq curiga..wkxkxkxkx..*

  23. June 2, 2009 04:13

    Inspiring banget………………………..thank kyu for sharing

  24. agus permalink
    June 2, 2009 23:02

    Salut buat aan…!
    Dia telah mulai berjuang ketika sedang bermalas-malasan

  25. June 8, 2009 16:02

    aan siape ye anggota bmc ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: