Skip to content

pahlawan dan pecundang

April 17, 2009

pangeran diponegoro,mungkin kita sudah sering dengar nama satu ini. bahkan kalau misal kita tanya pada anak sd saja mesti mereka bisa menjawab bahwa ini adalah pahlawan berjubah putih serta menunggang kuda.

sebenernya titel pahlawan tidak ada kriteria tertentu,dalam artian pahlawan tidak harus ganteng tinggi besar hidung mancung atau apalah.

definisi pahlawan sendiri menurut saya pribadi adalah seseoarang yang mau mengorbankan waktu tenaga dan pikirannya untuk kepentingan orang banyak,terlepas dari orang itu berhidung pesek, jelek, pendek atau apalah namanya.

pada masa perang kemerdekaan dulu definisi pahlawan adalah orang yang mau mengorbankan tenaga bahkan nyawanya sekalipun berjuang untuk mengusir bangsa penjajah dari muka bumi ini,dan sering mereka di sebut pahlawan kemerdekaan.
ada juga pahlwan pendidikan dimana seorang yang rela memberikan sedikit ilmunya kepada orang lain terlepas itu di beri imbalan atau tidak
maka guru sering di sebut pahlawan tanpa tanda jasa.
ada juga seorang yang mengorbankan tenaga serta pikiran namun di balik itu mempunyai maksud buruk serta di dasari rasa tidak ikhlas,untuk yang satu ini biasanya di sebut pecundang.

namun yang menjadi pertanyaan saya..
apakah caleg-caleg yang mencalonkan diri menjadi wakil rakyat tersebut juga masuk ke dalam kriteria pahlawan?
ini dikarenakan mereka notabene tklah mengeluarkan tenaga,pikiran serta materi berjuang demi kepentingan rakyat*katanya*

atau mereka masuk dalam kategori pecundang karena di balik itu semua mereka punya tujuan yang lebih mementingkan ego serta kepentingannya pribadi

ahh sesak rasanya dada ini jika membahas pahlawan yang pecundang itu

yang terpenting negara ini tidak akan pernah sekalipun memperingati hari pecundang
dan juga tak akan ada tugu pecundang berdiri di negeri ini

30 Comments leave one →
  1. April 17, 2009 08:53

    pertamaX

  2. April 17, 2009 08:54

    mereka bukan pahlawan om tapi mereka yang benar-benar berjuang untuk rakyat di sebut pejuang tapi yang mentingin perutnya dewe itu pecundang

    setuju om pecundang yg ngaku pahlawan🙂

  3. April 17, 2009 09:00

    hue hue hue ,,,, cory pren gak bisa jadi yang pertamax… lemot banget e …

    Olip tutp telinga,tutup suwara kalo maslah politik…

    bilang begini begitu takuktnya salah….

    yang pasti …. biar pun kita tak bisa jadi seorang pahlawan kaya pangeran dipenogero setidaknya kita bukan pecundang … hue he he he …

    iya lip mari berusaha menjadi bukan pecundang🙂

  4. April 17, 2009 09:15

    yang penting bagaimana terlihat sebagai pecundang tetapi sebenarnya adalah pahlawan, itu yang susah dijalankan

    susah memang, namun aku akan berusaha frend🙂

  5. April 17, 2009 09:39

    pahlawan itu pada karya…, karya demi kemaslahatan rakyat tanpa pamrih…

    pecundang adalah orang yang tak tahu kapan dia harus berhenti untuk melakukan sesuatu demi dirinya sendiri…

    setuju sekali kang🙂
    jadi jelas mereka masuk golongan mana

  6. April 17, 2009 09:57

    oooh caleg toh, sesama manusia tapi kalau caleg2 sekarang, kebanyakan -ngga semua kali- jelas pecundang kang

    setuju mbak ami🙂

  7. April 17, 2009 12:12

    Pahlawan.Bagiku bekerja dng bnr unt diri dan kluarga adalah sorang pahlawan.
    pahlawan g hrs maju ke medan perang.Pahlawan adl orng yg mampu membuat orng mrasa nyaman&snang didekatnya.Pahlawan adl orng yg mampu menjaga amanah.

    blogger pun bisa di sebut pahlawan🙂

  8. April 17, 2009 16:30

    sungguh berat rasanya bila memikirkan ulah caleg😦

    seberat kaki melangkah saat nyontreng kah?🙂

  9. April 17, 2009 21:58

    saya ingin menjadi pahlawan, bukan seorang pecundang

    asal ojok pahlawan kesiangan lho jeee🙂

  10. April 17, 2009 23:59

    koyo’ jare digta om pecundang sejati

    wekekekekekekek

    sama kayak jare wali pecundang yang b******n
    wkwkkwkwkkw

  11. April 18, 2009 03:54

    *atau mereka masuk dalam kategori pecundang karena di balik itu semua mereka punya tujuan yang lebih mementingkan ego serta kepentingannya pribadi*

    sebagian buuuuesar begitu kang.
    dah pada kehilangan hati nurani😦

    hati masih ada tapi tak tau nurani nya pergi kemana🙂

    suwun kang

  12. April 18, 2009 07:30

    p-a-h-l-a-w-a-n

    orang yg berjuang tanpa pamrih

    la nek pamrih koyo seng di bahas ng duwur?
    berarti berjualan diri yo toh….

    persis…..

    sama kayak yg di pajang di etalase di salah satu sudut kota surabaya🙂

    suwun kang

  13. April 18, 2009 08:51

    weh.. theme nya baru niyeh….

    ajebb…

    ha ga ga ga ga …..

  14. April 18, 2009 09:14

    pahlawan dan pecundang perbedaanya tipis gak ya

    tipis sekali jeng….

    ibaratnya membedakan dua bilah pisau

    yg satu di buat mengiris buah
    yang satu di buat membunuh orang

    suwun mbak🙂

  15. April 18, 2009 12:55

    Semoga ada pahlawan diantara pecundang itu…….

  16. April 18, 2009 13:57

    semoga ga semua caleg pecundang…

  17. April 18, 2009 15:11

    aq gak pernah mrasa aq seorang pahlawan boz…tp aq juga gak mw disebut pecundang….hikz hikz……

  18. April 19, 2009 06:26

    met mingguan ya prend…..

  19. Novianto Puji Raharjo permalink
    April 19, 2009 09:48

    Pahlawan itu orang yang ndak mau disebut pahlawan tp pengorbanannya sangat luar biasa….

    Salam kenal mas, ditunggu ya bisa kopdar dengan TPC biar saling kenal

    insyaallah minggu depan saya akan tunaikan kewajiban itu🙂

  20. April 19, 2009 10:24

    hanya tuhan lah yang tau aku tak tau mau komen apa..ha..ha..

  21. April 19, 2009 10:28

    pecundang atau bukankah mereka aku tak mau komen juga ah…soalnya masih ngompol tau kenapa aku ngompol???cek in my blog “AKU SUKA NGOMPOL”

  22. April 19, 2009 12:56

    keliatannya bedanya tipis yah

    tipis sekali mas🙂

  23. mazblend permalink
    April 20, 2009 02:37

    yang jelas pahlawan beneran tu mempunyai jiwa yang besar, mereka berjuang tanpa pamrih atas kehendak hati nurani (bukan partai lho…), bukan karena tuntutan materi, pamrih dan golongannya sendiri.. ( halah….)

    kalau yang berjuang dengan pamrih berarti sudah jelas donk itu apa🙂

  24. April 23, 2009 02:08

    mereka mengorbankan duit mereka, betul..
    tapi sayangnya kebanyakan dengan tujuan untuk mendapatkan duit yang lebih berlipat ganda.
    jadi, kategorinya adalah pahlawan yang… yang mau menang sendiri kali ya..

  25. April 24, 2009 17:22

    caleg kok pahlawan? (doh)

  26. April 25, 2009 05:07

    Hmmm… legislatif di negara kita ini emang kacau, sama sekali tidak membawa aspirasi rakyat. Hanya membawa kepentingan partai.

    Contoh dong di Swedia, legislatifnya bener2 menerima mandat dari warganya. Makanya, negara2 di skandinavia (denmark, swedia, dll) keadaan politiknya cenderung stabil. Warganya males berdemo, karena udah ada legislatif yang menyalurkan aspirasi2 mereka untuk dibahas. Legislatifnya pun takut kalo tidak menyampaikan aspirasi warganya, karena dia bisa dipecat.

    Hebat… kapan yah bisa seperti itu?

  27. April 27, 2009 12:49

    waduh telat.. wes langsung dijawab ae.. caleng itu pecundang mas.

    (tapi emang siapa yang tanya :))…salam kenal mas. saya novi yang tadi di Bungkul.

  28. May 4, 2009 19:59

    tinfggal dari mana memandangnya bos… sudut pandang mana?
    kalo anaknya yang nyalon ya tetep pahlawan
    kalo orang yang dirugikan… ya jelas emoh ngangap pahlawan
    dan siapa yang berkuasa bos

    kita tunggu sajah bos:)

  29. May 21, 2009 01:40

    bener atau salah itu tergantung dari suka atau ngga suka (Gajah Mada-Perang Bubat)
    lek jareku : Ben duso dewe ae mas…

  30. hamba Alloh permalink
    December 27, 2009 05:21

    memang susah memegang omongan para caleg
    sekarang a besok b
    bahkan banyak yang hanya memperalat orang dan membohongi orang
    orang tidak bodoh juga ….
    caleg yang kayak gitu akhirnya tidak dipilih pada saat hari H nya
    ada tim sukses yang minta uangnya saja ratusan juta ….tapi tidak kerja sama sekali
    naas nian nasib caleg begitu
    hari-hari berikutnya datang tagihan hutang terus menerus
    namun aneh….
    yang bersangkutan masih merasa pahlawan saja
    padahal dikejar hutang …… dan dimaki orang ….. masih merasa hebat. aneh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: