Skip to content

musisi yang terlantar

April 15, 2009

sedekah

senja itu…
dengan gontai
kau langkahkan kakimu ke ufuk timur
dimana sang surya esok tampakkan sinarnya

senja itu…
kau bergegas mengais kepingan rejeki
bermodal gitar bututmu
dan suara sengau mu

tanganmu…
menari-nari diatas dawai gitarmu
suaramu memekik
memecah kekosongan kalbu

seruan NYA
menghentikan langkah gontaimu
meredam sejenak
ungkapan hati lewat syairmu

kau basuh wajah pucatmu
kau basuh tangan kekarmu

kini
kau bersimpuh padaNYA
tak tau
apa yang kau minta padaNYA

lima jam berlalu
kau kembali ke gubuk kecilmu
tangisan buah hatimu
menyambut di ambang pintu

kau hitung kepingan rejekimu
yang esok akan kau tukar dengan sekotak susu

*tulisan ini terilhami akan kisah seseorang yang sudah memberi warna pada kehidupanku*

26 Comments leave one →
  1. April 15, 2009 05:34

    pertamax

  2. April 15, 2009 05:35

    kedua …

  3. April 15, 2009 05:37

    ha ha ha ha….

    puitisss… koyo pujangga ae ….

    he he he he …

    tapi bagus kok mas … oliep ampe pengen nangis :))

    hehehehe ora usah nangis🙂

  4. April 15, 2009 05:56

    apik pol!

    no word more to say, it just awesome dude!!

    sing ngajari kan kowe kang🙂

  5. April 15, 2009 05:57

    puitis co cwit

    🙂

  6. April 15, 2009 06:06

    menohok… jujur…. mengulik ….rasa…

    ada tegar… ada pasrah…. ada keterpurukan…

    ebat tenan kang….

    matur tengkyu kang

    itulah faktanya

  7. April 15, 2009 06:34

    Hmmmhhhhh……..

    Dalaaaaaaammmm…….

    sedalam kasih sayang sang musisi pada anaknya

  8. April 15, 2009 06:56

    Wuih… merinding bacanya mas. Ikhtiar, berdoa tapi hasil akhir dikembalikan jua kepada-Nya..

    itulah yang mesti dilakukan setiap manusia mbak
    ikthiar,berdoa dan pasrah

  9. April 15, 2009 07:33

    lima jam untuk sekotak susu?

    Tuhan, berikan dia rezeki yang lancar dan berkah. Amin.

    semoga yah kang
    amien

  10. April 15, 2009 07:34

    sebuah puisi yang menohok
    sebuah puisi bukti bahwa negeri ini belum bebas dari kemiskinan, data pemerintah yangg mengatakan bahwa angka pengangguran dan kemiskinan menurun hanyalah bualan belaka

    rakyat kelaparan

    bualan yang sudah menjadi kebiasaan kang🙂

  11. April 15, 2009 07:45

    jadi malu…….
    sholat sholat

    🙂

  12. April 15, 2009 08:41

    nice! terlantar tapi tetap halal..

    walau kadang berbalut caci maki

  13. April 15, 2009 08:50

    duh, sekotak susu yang menyehatkan karena halal

    sangat sehat karena di dapet dari bulir2 keringat sang musisi

  14. April 15, 2009 09:10

    bagus puisinya.

    makasih mas

  15. April 15, 2009 09:41

    muanteb puisine…
    tapi arahnya jelas ke tukang amen ya..?

    iya cak pengamen yang berjuang demi sekotak susu😦

  16. April 15, 2009 10:01

    sebuah perjalanan, yang patut menjadi renungan,
    semoga yang dimintanya di kabulkanNYA.

    semoga ajah yah mas

    amien

  17. April 15, 2009 12:49

    aku juga pengamen … meski rame-rame ngamennya… hehehehe…. yang penting halal dah…. ngamen bareng yuk…

    sampean yg gitar aku yg vokalis yah🙂

  18. April 15, 2009 16:17

    satu kata

    *syahdu….*😉

    dan pilu tentunya😉

  19. April 15, 2009 16:56

    puisi yang indah……

    derai tawa dan bising suasana menenggelamkanku..
    dalam untaian nada itu….

    nada yang teruntai dari gitar butut dan bibir kelu🙂

    thanks kang

  20. April 16, 2009 01:39

    met page …. muass……

    semangad yach ….

    endi sego pecel nya:)

  21. April 16, 2009 04:14

    merdu dan syahdu

    pilu juga tentunya😦

  22. April 16, 2009 04:22

    Puisinya mantap kang
    merakyat…

    rakyat yg terpinggirkan kang🙂

  23. April 17, 2009 04:22

    ternyata masih banyak orang menderita

    om nitip salam buat sang penyair sabar ajah live must go on and on

    salam tersampaikan🙂

  24. April 17, 2009 05:10

    jalan² siang mas…

    nggowo dawet jabung ora?🙂

  25. April 17, 2009 07:31

    pasti istrinya seneng banget nih punya suami sampean kang lha wong romantis bgt😀

    ah bisa ajah:)

  26. April 17, 2009 09:09

    huhu…puisinya menyentuh sangad..hehe
    bgitu baca ..aq uda byangin seorang pengamen…
    ampe segitu pengorbanan dmi buah hatinya,,,*merenung*

    demi sekotak susu jeng:(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: