Skip to content

ini bukan indonesia

March 7, 2009
tags: ,

Photobucket rupiah

kejadian itu belum lama terjadi,kira-kira satu minggu yang lalu.ketika itu aku hunting sparepart komputer yang rusak kesambar petir😦 .saat itu aku mendatangi toko yang menjadi lanngananku di hi-tech mall surabaya.dan akhirnya terjadi percakapan antara aku dengan petugas toko tersebut

aku: “mbak,LAN card D-link sekarang berapa duit?”
petugas: “8 us$ mas”sahutnya
aku: “wuih dah naik yah”jawabku se enaknya
“trus kalau yang prolink berapa?”tanyaku lagi
petugas: “yang prolink 6 us$ mas”
aku: “oke deh,aku ambil yang D -link ajah 3 biji”
“trus kalau switch D-link 8 port berapa?”
petugas: “switch nya 25 us$ mas”jawabnya
aku: “kok semuanya pakek $!!!nih indonesia apa amerika sih?!!”
petugas: “yah kan saya belinya juga pakek us$ mas”
aku: “ya wes deh,tambah switch nya D-link 1 biji”

mungkin teman-teman juga pernah mengalami kejadian semacam tersebut.jengkel juga sih rasanya tinggal di negeri sendiri tapi seakan-akan tinggal di amrik.semua produk(khususnya produk IT)di jual dengan harga us$,seakan mata uang negeri sendiri tidak berlaku.yah sebenarnya saya pribadi masih bisa memaklumi akan hal itu.mengingat mereka ambilnya dari distributor juga dengan mata uang us$,dan kalau mereka menjual kembali produk tersebut dengan mata uang rupiah takut akan fluktuasi kurs yang saat ini tidak stabil.maka biasanya mereka kasih space harga antara 3-5 us$ untuk mengantisipasi hal tersebut.
namun ya tetep ajah kesel ini kan indonesia bukan amrik.
di perparah lagi tempo hari sempet dapet oleh-oleh dari saudara yang baru datang dari hongkong 3 lembar duit us$ pecahan 10.
di karenakan kondisinya yang nggak mulus seperti habis di setrika jadi susah untuk menukarkannya.untungnya ada salah satu travel
agent yang masih mau menerima walaupun dengan potongan yang menurutku se enak udelnya🙂 .
coba kalau turis manca yang bawa tuh duit,apa berani mereka menolak atau memotong begitu.

mudah-mudahan 5-10 tahun kedepan tidak terjadi kejadian di surabaya lontong balap plus es degan dijual seharga 2 us$.di ponorogo sepuluh tusuk sate
plus es teh 3 us$,di jogya nasi gudeg plus kopi panas 3,5 us$ atau bahkan tarif bis surabaya-ponorogo 3 us$

ah semoga itu tidak akan terjadi🙂

11 Comments leave one →
  1. March 7, 2009 03:53

    duh…, indonesia…..,

    apan ya majunya…

  2. March 7, 2009 04:13

    ya smg aja nggak…
    jadi repot nanti,

  3. galuharya permalink*
    March 7, 2009 04:50

    @alief :kita tunggu sama2 majunya kang

    @petruk: hehehhe iya kang semoga tidak !

  4. March 7, 2009 05:20

    memprihatinkan sekali keadaan negeri ini rupiah seperti udah gak dianggap lagi

    iya mbak itu yg bikin saya sedih😦

  5. March 7, 2009 06:24

    wah, jangan heran mas.
    sekarang ini saya tiap beli pulsa, mbayar rekening listrik, telepon, internet, semuanya pake DOLAR Zimbabwe loh….
    jadi contohnya, ngenet 1 bulan mbayarnya ya sekitar $200.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000,00
    mahal kan?

    [mimpi]:mrgreen:

    hehehhee.. tapi beli pecel ama ngopi masih pakai rapiah kan?🙂

  6. March 7, 2009 14:21

    namanya juga produk import

    kelapa sawit di negri paman sam di jual dengan harga rapiah gak yah😉

  7. March 9, 2009 02:34

    =)) yare yare.. keren.. buset dah @denologis, dolar zimbabwe ga berharga tuh.. kekekek.. tar aku jajan makanan padang depan kampus.. harga nya 9sen lagi? hahahha

  8. March 9, 2009 10:16

    he he he he……

    Sekali rupiah tetep rupiah….

    berarti podo karo aku yu🙂
    sekali rapiah tetep rapiah🙂

  9. March 10, 2009 05:57

    Kadang-kadang nilai tukar dollarnya juga mereka tentukan seenaknya. Duh, pedagang kayak gitu mending ke laut ajah…

    Salam kenal, salam hangat. Semoga manfaat…😀

    salam kenal juga mas🙂

  10. March 16, 2009 03:10

    ikutan nimbrung

  11. January 14, 2010 22:58

    Emang sih ini negri kita, bisa jadi penjualnya males ga punya info atau nggak mau susah susah tanya ke bank kurs dollar hari itu, yaa kita maklum dikit sama penjualnya aja.

    kalo nanti saya atau Mas jual jajan onde-onde, atau jajan Klepon tentu pakai rupiah tho?

    hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: