Judul diatas adalah bukan dalam artian sebenarnya,dikarenakan saya hanyalag seorang blogger gurem dari sudut kampung kota Surabaya. Seseorang yang tiap harinya di sibukkan oleh rutinitas pekerjaan yang agak menjemukan dan masalah duniawi yang terkadang membuat saya kesulitan menggunakan akal sehat.
Sehari-hari pekerjaan saya hanya mengotak-atik mikrotik, itupun jika tidak ada troble pada koneksi link internet. Namun jika ada troble link maka jangan di tanya lagi, tower 40 meter pun saya daki bak monyet liar lepas dari penangkaran. read more…
Sebut saja namanya Anton,usianya baru 4 tahun.
Beberapa hari yang lalu dia dapat hadiah dari ayahnya sebuah mobil-mobilan yang di jalankan dengan tenaga baterai dan mempunyai alarm layaknya mobil polisi.
Alhasil setelah mendapat hadiah sebuah mainan baru itu,hari-hari Anton pun di habiskan dengan mencumbui
mainan tersebut. Beberapa mainan lamanya pun kini sudah sangat jarang di sentuhnya. Seakan-akan dengan hadirnya mainan baru itu Anton sudah tak butuh mainan lamanya
Ahhh itu kan Anton.
Beda Anton beda pula aku.
Aku yang beberapa hari yang lalu juga mendapatkan mainan baru tak akan berbuat seperti Anton.
Meskipun aku punya mainan baru,mainan lamaku ini tak akan ke biarkan begitu saja.
Toh mainan lama ini yang dulu senantiasa mengisi hari-hariku.
Biarlah mereka berdua berjalan beriringan layaknya langkah sapi jantan dan roda pedatinya.

Lorong sempit di sudut stasiun Gubeng Surabaya
Dia sibuk menata barang di bakul reyotnya
Mbokdhe Katiyem
Pedagang nasi pecel sederhana,
Manusia urban kota pahlawan sebatang kara
Sudah bertekad untuk sekedar tak menjadi sampah kota read more…
Suatu senja di Terminal Seloaji Ponorogo
Wajah coklatnya penuh buliran-buliran keringat. Hidung yang pesek sangat kontras sekali dengan rambut merah keritingnya. Tangan kirinya menenteng tas yang cukup besar berisi entah apa serta tangan kananya sibuk mengutak-atik keypad Blackberry Bold warna ungunya.
Tak jauh dari tempat dia berdiri lelaki paruh baya di temani seorang bocah dekil tergopoh-gopoh mendekati tempat bis berhenti. Dialah Pak Kadenun pria tua yang sehari-hari macul disawah yang bukan miliknya serta Pardi anak ragilnya.
“Ayo cepetan tho,Di! mesakne mbakyumu yen ngenteni suwe-suwe” begitu ucap Pak Kadenun sambil menggandeng tangan Pardi. Mata Pak Kadenun menolah-noleh namun yang dicari tak di temukannya,hingga tepukan tangan di pundak lelaki ini membuat dia terperanjat hampir jatuh. read more…
Cah setono…begitu aku selalu memanggilnya.
Teman dunia maya yang aku kenal lewat aktivitas blogger dalam komunitas kotareyog, adalah sosok gadis sederhana. Gadis yang tak lama lagi akan menginjak usia 21 tahun ini terbilang sebagai gadis yang baik hati dan tidak sombong. Walaupun awal-awal perkenalanku dengannya sedikit di bumbui dengan kejutekan serta acuh darinya.
Dia mengawali menulis blognya pada mei 2008 dengan bermodal olippurikan.blogspot.com
Dia juga yang secara kebetulan menjadi komentator ke 1000 dalam blog ini
namun kini tepat di tanggal 09 bukan 09 dan tahun 2009 secara resmi dia meresmikan rumah barunya ingatolip.com hadiah dari kontes yang diadakan oleh ingateros.com read more…
Tak terasa besok sudah memasuki bulan ramadhan.
Dimana semua umat muslim di penjuru dunia diwajibkan berpuasa.
Berbicara puasa dan bulan ramadhan kurang pas rasanya kalau tidak ngomongin blewah.
Yah blewah…buah yang bernama latin Cucumis melo L. convar. cantalupensis ini sangat segar jika diolah sebagai pelengkap hidangan berbuka.
Banyak makanan yang bisa dibuat dengan bahan baku blewah ini.
Selain bisa digunakan sebagai es blewah bisa juga diolah menjadi puding blewah. read more…
hey….!!!! itu bukan benderaku
benderaku cuma mengenal dua warna yang penuh arti
benderaku ku bendera merah putih
merah berani dan putih suci
bukan dua warna itu yang tanpa arti
bukan bendera usang seperti itu
Entah mataku yang menderita katarak aku atau kornea nya sudah tak respon lagi, aku terkejut melihat secarik kain dua warna terpampang di depan mataku. Warna yang sungguh membuat aku risih dan jengkel.
Secarik kain itu terpasang di sebilah bambu di pelataran rumah mewah di bilangan pinggiran kota Surabaya. read more…
Mawar itu kini telah melar merekah semerbak mewangi, menciptakan bau harum di seluruh pelataran.
Membuat kumbang yang lewat ingin hinggap di pucuk kelopaknya
21 tahun yang lalu mawar itu masih berupa pohon kecil hanya memiliki beberapa helai daun. Tangan dingin serta kasih sayang yang tulus membuat mawar itu seperti tampak sekarang ini.
Mawar itu bisa tumbuh subur dengan pohon dan ranting yang kuat.
Segala angin yang datang ingin merobohkan dihempaskan begitu saja olehnya. read more…
Bibit bebet bobot adalah tiga kata sederhana yang menjadi parameter orang jawa dalam memilih calon menantu baik laki-laki atau perempuan.
Falsafah ini sebetulnya timbul akan kekawatiran para orang tua(khususnya jawa) dalam perkawinan anaknya kelak.
Bibit artinya orang tua ingin memastikan bahwasanya menantunya adalah dari keluarga baik-baik,bukan anak seorang penjahat atau bahkan anak seorang koruptor. Dalam artian bibit disini lebih menekankan anak siapa calon menantunya.
Bebet berarti kesiapan atau kondisi ekonomi calon menantu, yang berarti bahwasanya sang orang tua tidak ingin anaknya mengalami kesulitan akan materi
dalam membina kelangsungan pernikahannya. Alhasil bebet di titik beratkan pada sisi materi dalam konsepsi tersebut. read more…






